Gelap berarak
Sunyi menyeruak
Hening berteriak
Sepi terkuak
Mesin terpasung berdentang
Embusan angin berdendang
Tembang malam berkumandang
Raga bergelimpang
Jauh atma melayang
Sayup terdengar kabar
"Raja Segala Raja" turun ke langit
Lirih janji terbesit
Setangkup asa berkobar
Senyap erat selimuti sekeliling
Bilik kesunyian tak jua bergeming
Mayapada kian hening
Tubuh terkesiap
Sadar menyergap
Hasrat hinggap
Berdiri mencuri
Tersungkur mencuri
Isak mencuri "Raja Segala Raja"
"Izinkan aku menjadi pencuri janji..."
Sabtu, 06 November 2010
Jumat, 05 November 2010
Pertemuan
Pertemuan kita ku beri nama Kekasih
Yang menggenggam semangkuk senyum,tawa, mengkocok perut
Tak sekedar pelepas damai antara kita
Telah lama ku aduk ladang kerinduan
Tapi panasnya masih kurasakan
Hingga tak mampu aku takar sinarnya
Menghitung tiap detik, menit, jam
Bersamamu dalam tawa indah dalam hati
Pertemuan kita ku beri nama Kekasih
Tiap percapakan per inci bawa imaginasi tingkat tinggi
Hingga rupa langit dari dedaunan kering kurangkai satu bentuk bintang
Lalu kita melakukan perjanjian dengan Tuhan
Atas tunas yang tak kunjung tiba
Sampai kita lupa akan perjanjian penting kepada Tuhan
Hingga hantarkan dimensi waktu yg semestinya
Hingga terekam dalam pertemuan
Yang menggenggam semangkuk senyum,tawa, mengkocok perut
Tak sekedar pelepas damai antara kita
Telah lama ku aduk ladang kerinduan
Tapi panasnya masih kurasakan
Hingga tak mampu aku takar sinarnya
Menghitung tiap detik, menit, jam
Bersamamu dalam tawa indah dalam hati
Pertemuan kita ku beri nama Kekasih
Tiap percapakan per inci bawa imaginasi tingkat tinggi
Hingga rupa langit dari dedaunan kering kurangkai satu bentuk bintang
Lalu kita melakukan perjanjian dengan Tuhan
Atas tunas yang tak kunjung tiba
Sampai kita lupa akan perjanjian penting kepada Tuhan
Hingga hantarkan dimensi waktu yg semestinya
Hingga terekam dalam pertemuan
Cinta dalam sketsa
Kau gores kanvas dengan warna
Imaginasi bermain melepas resah
Gerbang impian terbuka tanpa masalah
Melayah tanpa batas
Saat jiwa ini terbang melayang
Kau rengkuh tangan dengan lembut
Hingga luruh dalam kerinduan
Seiring kepakan lenganku
Lenggang jalanku membiusmu
Hilang akal menggigil terkapar
Dengan deburan ombak berlomba menggulung buih
Hingga pisahkan mimpi dalam helaan nafas tersulit
Dalam sebuah sketsa wajah yang tak pernah ku hilangkan
Imaginasi bermain melepas resah
Gerbang impian terbuka tanpa masalah
Melayah tanpa batas
Saat jiwa ini terbang melayang
Kau rengkuh tangan dengan lembut
Hingga luruh dalam kerinduan
Seiring kepakan lenganku
Lenggang jalanku membiusmu
Hilang akal menggigil terkapar
Dengan deburan ombak berlomba menggulung buih
Hingga pisahkan mimpi dalam helaan nafas tersulit
Dalam sebuah sketsa wajah yang tak pernah ku hilangkan

Kamis, 04 November 2010
dan aku cuma mau kamu tahu...

Tidak sama seperti kata-kata terpisah yang kemudian menyatu membentuk kalimat aku sayang kamu...
Aku mau aku dan kamu tak berjarak, berempetan dan bahkan tidak juga terpisah kata sayang atau spasi mungil sepersekian senti sekalipun.
Aku mau kamu tahu, keinginanku untuk tidak pernah jauh sama kuat seperti putri malu menempel pada tanaman.
Sama seperti kata sayang yang tidak mau bergeser dari kata kamu.
Tapi untuk sesaat mari kita lupakan tentang kata sayang itu, mari kita eliminasi dia sejenak dan coba lihat aku yang terus berusaha mengecilkan jarak denganmu
yang sempat terentang
yang kadang kambuhan merambat seperti sakit flu pada anak kecil di musim penghujan,
pada kita...
Mungkin kamu tak perlu serta merta mendekat juga, untuk sesaat aku mau berusaha sendiri
Asal kamu jangan pergi, asal kamu jangan sembunyi..
Aku mau kamu tetap diam dan menunggu aku beringsut jadi dekat.
Sampai kemudian rentangan itu hilang.
Sama seperti akukamu tanpa spasi
Kepadamu Bintang...
Sudah berjam-jam aku berusaha membongkar pasang kata,
agar semuanya tampak layak dan menjelaskan.
Tapi ketika berhadapan dengan sebingkai layar ini,
dengan kertas virtual kosong yang kuhadapi,
semuanya mendadak hangus dan menguap.
Jadi aku hanya membiarkan jari-jari dan hatiku berkolaborasi membimbingku membongkar gumpal resah yang kurasai disini.
Just Ask to My Self
Saat ini aku tidak bisa menghentikan hatiku untuk bertanya-tanya...
rasa jatuh cinta ini, rasa yang sama..
apa aku masih akan bisa merasakannya lagi untukmu esok, dan esoknya lagi...
dan esoknya lagi...
kemudian esok esok itu terus berlangsung bertahun lantas berpuluh tahun
rasa jatuh cinta ini, rasa yang sama..
apa aku masih akan bisa merasakannya lagi untukmu esok, dan esoknya lagi...
dan esoknya lagi...
kemudian esok esok itu terus berlangsung bertahun lantas berpuluh tahun
Doa Ku malam Ni
ALLAH, terima kasih karena telah mengirim dia untuk saya.
dia yang sempurna dengan segala ketidaksempurnaan.
dia yang nyata sementara saya terlambat menyadari hadirnya.
dia yang memaafkan saya, sementara saya merasa tidak bisa sekuat itu menjaga hatinya agar tak pernah terjatuh.
saya yang seringkali merasa tidak bisa melindunginya dari luka.
saya yang berulangkali pergi, dan dia tetap ada disini.
ALLAH, terima kasih atas kesempatan ini
bersama dia yang mengakuisisi hati, menawan pikiran
yang menjaga saya dari luka
yang menopang saya dari pedih
yang datang untuk kemudian menangkap saya yang terjatuh
tapi saya ingat bahwa semua milikMu, termasuk dia dan kehadirannya
maka jika menurutMu saya tidak pantas untuk memiliki dia dan adanya, ambillah..
dan semoga dia akan lebih bahagia setelah tanpa saya
kemudian berikanlah saya rasa ikhlas yang bertambah, sabar yang meluap, dan rasa syukur yang penuh..
untuk menerima keputusanMu.
Rabu, 03 November 2010
I will always do.
Ku tak sanggup meningggalkanmu walau sesaat
Ku tak sanggup pergi darimu walau sekejap
Tak terbesit niatku tuk menjauh darimu
Tak tepikir niatku tuk berpisah darimu
Ini cuma sementara sayang
Bukan untuk slamanya
Kan kusimpan hati ini, cinta ini, raga ini
Hanya untuk dirimu
Kucoba menahan tetes airmata ini
Untuk menguatkanmu, menyemangatimu
Walau perih dihatiku
Kucoba untuk berdiri tegak
Aku pergi untuk dirimu
Untuk meraih cintamu
Untuk menyatukan cinta kita
Agar tetap abadi untuk slamanya
Hunnie, genggamlah tangan ini dan rasakan
Bahwa aku mencintaimu...
Dedicated to you, Hunnie...
Hope you'll wait for me and I will always do.
Ku tak sanggup pergi darimu walau sekejap
Tak terbesit niatku tuk menjauh darimu
Tak tepikir niatku tuk berpisah darimu
Ini cuma sementara sayang
Bukan untuk slamanya
Kan kusimpan hati ini, cinta ini, raga ini
Hanya untuk dirimu
Kucoba menahan tetes airmata ini
Untuk menguatkanmu, menyemangatimu
Walau perih dihatiku
Kucoba untuk berdiri tegak
Aku pergi untuk dirimu
Untuk meraih cintamu
Untuk menyatukan cinta kita
Agar tetap abadi untuk slamanya
Hunnie, genggamlah tangan ini dan rasakan
Bahwa aku mencintaimu...
Dedicated to you, Hunnie...
Hope you'll wait for me and I will always do.
Berfikir Sejenak
Berpikirlah sejenak…
Wahai ombak besar dan kecil
Yang menghantamkan deburnya
Di setiap hari, di setiap waktu
Kepada sebongkah karang di tepi pantai
Pernahkah terlintas dibenakmu
Seandainya karang itu adalah kau…
Sekiranya…akankah kau mampu
Tetap berpijak di sini tanpa bergeser sekalipun
Berpikirlah sejenak…
Wahai angin ribut berjubahkan badai
Yang mengirimkan ribuan tangan-tangannya
Untuk menumbangkan setiap perlawanan
Batang-batang pohon tertua di tengah hutan
Pernahkah terlintas dibenakmu
Seandainya batang-batang pohon itu adalah kau…
Sekiranya…akankah kau mampu
Tetap mempertahankan ratusan daun serta rantingnya, tanpa terpisah sekalipun…
Berpikirlah sejenak…
Wahai terik penguasa siang hari
Yang menghukum lalu membakar
Ratusan harapan doa-doa tulus
Seorang musafir di tengah gurun tak bertuan
Pernahkah terlintas dibenakmu
Seandainya musafir itu adalah kau…
Sekiranya…akankah kau mampu
Tetap melangkah kendati dahaga telah membuat sekarat sekalipun…
Berpikirlah sejenak…
Wahai makhluk yang masih memiliki nurani
Berpikirlah sejenak…
Wahai makhluk yang masih terkasihi
Berpikirlah sejenak…
Sebelum aku benar-benar mentiadakanmu dari hati
Wahai ombak besar dan kecil
Yang menghantamkan deburnya
Di setiap hari, di setiap waktu
Kepada sebongkah karang di tepi pantai
Pernahkah terlintas dibenakmu
Seandainya karang itu adalah kau…
Sekiranya…akankah kau mampu
Tetap berpijak di sini tanpa bergeser sekalipun
Berpikirlah sejenak…
Wahai angin ribut berjubahkan badai
Yang mengirimkan ribuan tangan-tangannya
Untuk menumbangkan setiap perlawanan
Batang-batang pohon tertua di tengah hutan
Pernahkah terlintas dibenakmu
Seandainya batang-batang pohon itu adalah kau…
Sekiranya…akankah kau mampu
Tetap mempertahankan ratusan daun serta rantingnya, tanpa terpisah sekalipun…
Berpikirlah sejenak…
Wahai terik penguasa siang hari
Yang menghukum lalu membakar
Ratusan harapan doa-doa tulus
Seorang musafir di tengah gurun tak bertuan
Pernahkah terlintas dibenakmu
Seandainya musafir itu adalah kau…
Sekiranya…akankah kau mampu
Tetap melangkah kendati dahaga telah membuat sekarat sekalipun…
Berpikirlah sejenak…
Wahai makhluk yang masih memiliki nurani
Berpikirlah sejenak…
Wahai makhluk yang masih terkasihi
Berpikirlah sejenak…
Sebelum aku benar-benar mentiadakanmu dari hati
Entah
Entah karena apa
Menilaimu…
Merupakan suatu keharusan
Entah karena apa
Memujimu…
Merupakan awal sebuah ucapan
Entah karena apa
Memikirkanmu
Merupakan rutinitas yang tak terlupakan
Entah karena apa..., aku seperti ini
Apakah karena engkau…?
Entahlah…
Namun sepertinya sedikit pertemuan ajaib
Telah mengubah semuanya
Dan membuatku selalu rindu akan sosok itu
Menilaimu…
Merupakan suatu keharusan
Entah karena apa
Memujimu…
Merupakan awal sebuah ucapan
Entah karena apa
Memikirkanmu
Merupakan rutinitas yang tak terlupakan
Entah karena apa..., aku seperti ini
Apakah karena engkau…?
Entahlah…
Namun sepertinya sedikit pertemuan ajaib
Telah mengubah semuanya
Dan membuatku selalu rindu akan sosok itu
Engan Tuk Berkisah
Ku tinggalkan pena
Di sisi kekasihnya
Ku acuhkan...
Ku biarkan tergeletak
Menghadap sesukanya
Sembarang saja
Lalu dikuburkanlah
Oleh debu - debu waktu
Di jauhkannya dari hasrat
Yang pernah menggila
Bahkan beberapa tetes keringat hitam
Mulai mengering
Memudar...
Menemui ajal di tubuh kekasihnya
Oh...kemanakah engkau duhai hasrat
Mengapa kau tinggalkan jiwa separuh jalan
Bukankah para penikmat
Sedang bersorak menyambut musim semiku
Lalu mengapa jua kabut kepenatan
Masih menggelantung di sini
Memberatkan pelupuk jiwa
Membuat enggan tuk berkisah
Di sisi kekasihnya
Ku acuhkan...
Ku biarkan tergeletak
Menghadap sesukanya
Sembarang saja
Lalu dikuburkanlah
Oleh debu - debu waktu
Di jauhkannya dari hasrat
Yang pernah menggila
Bahkan beberapa tetes keringat hitam
Mulai mengering
Memudar...
Menemui ajal di tubuh kekasihnya
Oh...kemanakah engkau duhai hasrat
Mengapa kau tinggalkan jiwa separuh jalan
Bukankah para penikmat
Sedang bersorak menyambut musim semiku
Lalu mengapa jua kabut kepenatan
Masih menggelantung di sini
Memberatkan pelupuk jiwa
Membuat enggan tuk berkisah
Selasa, 02 November 2010
lagu itu...
Kuasai, hingga langit membiru
Samar-samar pelantun idola
Hinggap merayu, tanggalkan letih, di bahu harmoni
Sekedar membaur sekedarnya
Kendati jiwa, tak jua paham arti
" hmmm...lagu itu..." gumamku
Embun abadi dari setiap jejak
Petaka bagi jiwa, ketika merinci secara detail
Dan kamu...
Dirimu...
Sosok yang Terlintas...
Sesudahnya...
Pintaku padamu
Kasih...Ketika cinta baru seukuran kecambah
Aku ingin berkata
Sebelum habis kata-kata
" aku ingin benar kepadamu "
Kasih...
Ketika cinta terhampar subur di pagi buta
Aku ingin mendekapmu
Sebelum jarak beranak pinak
" aku ingin benar kepadamu "
Kasih...
Ketika kedekatan cukup untuk di rentas
Aku ingin menyibak indah dari semesta
Sebelum usia mengulumku menuju pusara
" aku...ingin benar-benar...kepadamu "
JUST FOR U
Disaat Hadirmu disisiku
Membawa Keindahan Bersamamu
Menukar cerita mengukir kata
Nuansa Kasih bertaut asa
Bergelora direlung asmara
Kau dan aku semakin dekat
Inginku kau slalu disisiku
Melangkah menuju kasih
Besrta dengan Cintamu
trust
There is no-one left in the world
That I can hold on to
There is really no-one left at all
There is only you
And if you leave me now
You leave all that we were
Undone
There is really no-one left
You are the only one
And still the hardest part for you
To put your trust in me
I love you more than I can say
Why won't you just believe?
That I can hold on to
There is really no-one left at all
There is only you
And if you leave me now
You leave all that we were
Undone
There is really no-one left
You are the only one
And still the hardest part for you
To put your trust in me
I love you more than I can say
Why won't you just believe?
aku menengok surga sebentar,,,
aku bermimpi suatu hari aku pergi kesurga dan seorang malaikat menemaniku serta menunjukkan keadaan di surga.
Memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yangmengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,
"Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukanpada Allah, diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibukdengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yangtertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian,....aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang. lalu sampailahkami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata,
"Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman.Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim kemanusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikatyang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yangdimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridorpanjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.
Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampirtidak melakukan apapun."Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatkupelan. Dia tampak malu.
"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?",tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. "Setelahmanusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yangmengirimkan pernyataan terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas Rahmat Tuhan?",tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat.
Cukup berkata,'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih, Tuhan ".
"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri?", tanyaku.
Malaikat-ku menjawab,
"Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, Pakaian yang menutuptubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, Maka engkau lebihkaya dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh,maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu,engkauadalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga.... Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripadakesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang didunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepiandalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat....Maka,engkaulebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika,........ engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religiustanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan,atau kematian ...M a k a,....engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang didunia.
"Jika,....orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatanpernikahan ... Maka,.....engkau termasuk orang yang sangat jarang.
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka,.....engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan emua merekayang berada dalam keraguan dan keputusasaan.
"Jika,...engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerimarahmat ganda yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu, berpikir bahwaengkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmatidaripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca samasekali".
Nikmatilah hari-harimu, perhatikanlah rahmat yang telah Allah anugerahkankepadamu.
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamubersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' "(QS:Ibrahim (14) :7 )
Memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yangmengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,
"Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukanpada Allah, diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibukdengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yangtertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian,....aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang. lalu sampailahkami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata,
"Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman.Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim kemanusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikatyang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yangdimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridorpanjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.
Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampirtidak melakukan apapun."Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatkupelan. Dia tampak malu.
"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?",tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. "Setelahmanusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yangmengirimkan pernyataan terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas Rahmat Tuhan?",tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat.
Cukup berkata,'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih, Tuhan ".
"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri?", tanyaku.
Malaikat-ku menjawab,
"Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, Pakaian yang menutuptubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, Maka engkau lebihkaya dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh,maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu,engkauadalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga.... Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripadakesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang didunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepiandalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat....Maka,engkaulebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika,........ engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religiustanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan,atau kematian ...M a k a,....engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang didunia.
"Jika,....orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatanpernikahan ... Maka,.....engkau termasuk orang yang sangat jarang.
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka,.....engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan emua merekayang berada dalam keraguan dan keputusasaan.
"Jika,...engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerimarahmat ganda yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu, berpikir bahwaengkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmatidaripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca samasekali".
Nikmatilah hari-harimu, perhatikanlah rahmat yang telah Allah anugerahkankepadamu.
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamubersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' "(QS:Ibrahim (14) :7 )
Inginku
Aku tersesat
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
‘tuk sejenak lelap di bahumu
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Malaikat jatuh cinta
Senja,
Ketika hujan menyisakan tetesan pada kelopak bunga melati depan jendela.
Ketika bunyi cangkir beradu
Dan teh melati tersaji depan kami
Kembali,
kamu menghirup aroma teh melati
Kemudian menyesapnya sedikit demi sedikit
kemudian kembali menumbukkan pandang ke arahku
Senja ini semuanya terputar kembali di otakku,
seperti gulungan roll film yang terputar
jelas dan sempurna.
semalam.
ketika gerit pintu dongeng yang berkarat memanggilku
lalu kudengar suaramu. serak
lalu kulihat dirimu tergeletak lemah di lantai kayu rumah kurcaci
penuh peluh dengan nafas memburu
"kau putri salju?" tanyamu lemah
aku menggeleng.
"kalau begitu kau pasti cinderella?"
aku tersenyum dan menggeleng
"aah, kau pasti putri tidur yang baru saja bangun, mana pangeranmu? aku telat andai saja aku yang menciummu"
"bukan aku bukan putri tidur..."
"Oh beruntunglah aku jika kau bukan dia. kau pasti Gretel?"
aku menggeleng pelan. kubantu kau berdiri dan kupapah kau berjalancahaya merkuri yang lelah terengah
merebahkan bayang bayang menindih rumput hijau yang terlelap
"kau siapa?" tanyamu menatap pias wajahku
"aku ya aku. kamu?"
"malaikat"
"mana sayapmu?"
"aku patahkan semalam"
"kenapa?"
"aku melihat gadis itu semalam, menangis, dia cantik tapi terluka. aku ingin mengajaknya pergi tapi sepertinya ia nyaman ada didunianya. maka dari itu aku patahkan sayapku untuk bertemu dia. aku tersesat, ternyata aku payah tanpa sayap, aku berharap bertemu dia."
"apa kau bertemu dengannya?"
"iya. sekarang aku melihatnya"
kamu tersenyum.
Hanya Iseng
semua mencarinya...semua merindunya....saat ia jauh....
tetapi di saat ia kembali tak ada satu pun yang mengungkapkan kalau ia di rindukan
semua butuhkan dirinya...semua inginkan dirinya...di saat ia kuasa
tetapi di saat ia lemah tak ada satu pun yang mendekati nya....
manusia mahluk yang sempurna bila dibandingkan dengan semua ciptaan yang lain..tapi mengapa di balik kesempurnaan itu masih ada titik kesombongan...memang manusia lemah dan masih banyak kekurangan nya,tapi kenapa kekurangan itu di jadikan suatu alasan dalam jalani hidup...
tetapi di saat ia kembali tak ada satu pun yang mengungkapkan kalau ia di rindukan
semua butuhkan dirinya...semua inginkan dirinya...di saat ia kuasa
tetapi di saat ia lemah tak ada satu pun yang mendekati nya....
manusia mahluk yang sempurna bila dibandingkan dengan semua ciptaan yang lain..tapi mengapa di balik kesempurnaan itu masih ada titik kesombongan...memang manusia lemah dan masih banyak kekurangan nya,tapi kenapa kekurangan itu di jadikan suatu alasan dalam jalani hidup...
Pucat malam dengan perasaan tergadai
Oleh takjub aku tertelikung
Suaramu...benar lagi suaramu
Serupa hantu bak debur meriuh ternanti
Di ketiak karang aku pun beku
Merangkak abu-abu
Menunggu tak kunjung...
Hingga hati melenggang sembarang
Jika fajar esok sampai
Telinga mematung tak kesampaian
Memeluk bualan
Barang kali itu saja sudah cukup
Oleh takjub aku tertelikung
Suaramu...benar lagi suaramu
Serupa hantu bak debur meriuh ternanti
Di ketiak karang aku pun beku
Merangkak abu-abu
Menunggu tak kunjung...
Hingga hati melenggang sembarang
Jika fajar esok sampai
Telinga mematung tak kesampaian
Memeluk bualan
Barang kali itu saja sudah cukup
Langganan:
Postingan (Atom)










